Konsumerisme
Konsumerisme adalah sebuah ideologi
global baru. Berapa dan apapun harganya, mereka yg menganut ideologi ini pasti
akan membayarnya. Mungkin, sadar ga sadar ada diantara kalian yang menganut
ideologi baru ini. Well…hrs sayah aku secara fair…klo sayah “mungkin” ikut
ambil bagian dari ideologi baru itu, walaupun sayah belom “resmi” masuk ke
dalamnya. Tp tunggu sebentar…sebenernya apa sih konsumerisme itu???
Konsumerisme adalah paham atau
aliran atau ideologi dimana seseorang atau kelompok melakukan atau menjalankan
proses konsumsi atau pemakaian barang barang hasil produksi secara berlebihan
atau tidak sepantasnya secara sadar dan
berkelanjutan. Gampangnya sih klo kalian konsumtif dan menjadikan
ke-konsumtif-an kalian itu sebagai gaya hidup, maka kalian adalah penganut
paham konsumerisme. Dan gilanya…konsumerisme cenderung lbh mewabah di negara2
dunia ketiga a.k.a negara2 miskin(bukan berkembang yak???!!!).
Maklum, menurut teori konspirasi yg
sayah ciptakan, neo kolonialisme via liberalisasi global tlh menjadikan negara2
dunia ketiga sbagai negara2 pekerja. Liat aja gimana doktrin yg berlaku di
masyarakat kita skg seakan akan mengharuskan setiap manusia yg lahir di negara2
dunia ketiga untuk dicetak sbagai kelas pekerja atau class worker. Ini dia nih…kelas
pekerja ga punya kemampuan untuk mencipta atau to produce…makanya kelas
pekerja cmn ahli dlm satu hal: membeli atau mengonsumsi. Sehingga memang
masyarakat negara2 di dunia ketiga memang cenderung untuk lebih konsumtif
dibanding masyarakat di negara2 maju.
Contoh nyata deh…di US sana
tingkat penggunaan telepon selular masyarakatnya ga lebih dr 50% jumlah
penduduk. Di Indonesia…(gilanya) tingkat penggunaan telepon selular
masyarakatnya udah mencapai hampir 70%. Ga ush boong deh…pasti banyak diantara
kalian yg skg memiliki lbh dr satu ponsel. Temen2 sayah ajah skg rata2 memiliki
dua ponsel…yg satu GSM yg satu CDMA. Dan tahu gak sih lo??? Klo ternyata
ponsel2 di Indonesia varian teknologinya itu jauh lbh canggih daripada ponsel2
yg beredar di US sana. Org klo ada ponsel jenis baru dr sebuah vendor launching
di asia pasific…pasti pertama kali keluarnya di Indonesia…that’s a fact
though. Cerita aja nih yak…temen sayah di pertengahan taun 2001 yg lalu
kuliah di MSU di Michigan sana…dia bawa ponsel yg dia bli disini…ericsson
T61…dulu sih ponsel dgn layar berwarna pertama lah…dan ternyata sesampainya
di kampus, ponselnya dianggap ponsel plg
keren oleh temen2 kampusnya…karena ternyata ericsson T61…baru dijual di US
9 bulan kemudian. Mungkin jg ini alesan kenapa Film James Bond yg terbaru
“Casino Royale” pemutaran perdananya(diseluruh dunia),diputar di
Indonesia…alasennya ya karena Sony Ericsson seri “Casino Royale” launching
pertama kalinya ya di Indonesia jg(intermezzo yg ga penting…tp tidak
bermanfaat). Parah!!!
Selain
menurut teori konspirasi sayah yg keren bgt sekali pisan td…ada lg faktor
lain yg menjadikan konsumerisme cenderung lbh menggila di negara2 dunia ketiga:
Materialisme masayarakat di negara2 dunia ketiga emg lbh tinggi sih. Mungkin
lbh tinggi drpd negara dedengkot liberalismenya sendiri (baca lg teori ekonomi
liberal…apa itu persaingan bebas…dampak2nya…dan lain sbagainya…klo
sayah yg jelasin ga kontekstual jdnya). Entahlah…mungkin jg karena faktor nilai2
feodalisme yg msh kuat di negara2 dunia ketiga jg kali yah??? Jd ya…gaya
hidup konsumtif dijadikan alat untuk mendapatkan pengakuan secara
materialistik. Klo punya brg bgs apalagi mahal berasa plg ningrat gimana gituh.
Aneh memang…tp nyata dan menyedihkan.
Klo muncul pertanyaan: “So what
with consumerism gitu loch??? Klo gw anak org kaya trus gw mau bli clana jeans
harga 3juta lo mau protes apa???” atau “Klo satu episode sinetron gw dibayar
50juta trus gw bli tas tangan merk LV seharga 30juta lo mau apa???” Saya cmn
bisa bilang ya suka2 kalian lah…selama bapak2 kalian ga ngelarang. Asal jgn
yg muncul malah pertanyaan: “Klo bokap gwe PNS gajinya sebulan cmn 3juta trus
tiap bulan gw gonta ganti ponsel seharga 2juta tp kredit…lo mo bilang
apa???”. Sumpah man…ga asyik klo yg muncul pertanyaan kya gitu(yg ada malah
tangan sayah jd gatel pgn nyekek longgar leher si penanya). Sedkit ber-klise2
ria lah…kesenjangan di negara kita udah parah…tatanan nilai masyarakatnya
jg udh mulai kacau…klo ga kita2 jg, siapa lg yg bisa beresin. Klo di Papua aja
msh ada anak yg mati karena gizi buruk…sdgkan di Jakarta sana ada om2 bli
Jack D di sebuah klab malam seharga 2jt stengah sebotolnya…kalian mo bilang
apa coba???(jawaban: “Ya udh kirim aja Jack D nya buat anak2 yg kekurangan gizi
di Papua sana biar ga mati…gampang kan???” sama sekali bukan jawaban yg sayah
harapkan). Klo kalian msh merasa nyaman beli secangkir kopi frapucinno dgn
harga setara dgn rata2 pendapatan perkapita perhari negara kalian…mungkin ada
yg salah dgn kalian…mungkin…mungkin lbh bener klo kalian bagi2 sayah.
Kesadaran bermasyarakat, berbangsa,
dan bernegara kita kyanya emang udh saatnya dikoreksi deh…ama diri kita
sendiri(yup, hal ini keluar dr mulut sayah yg nilai PPKn STTB SMA-nya cmn dapet
nilai tujuh saja). Soalnya mnurut sayah kesadaran itu penting…klo ga sadar
jatohnya ya mabok… atau ga…gila(apa pula sih niy???). Btw, di kamus Inggris
– Indonesia yg sayah baca ketika menulis artikel ini…consume artinya memakan.
Mungkin arti lain konsumerisme adalah memakan semuanya termasuk memakan diri kita
sendiri. Btw jg, artikel ini readable ga sih??? Ah cuek is the best lah!!!
You are what you eat…you are what
eating you.
Sun
basah…
February 3rd, 2009 at 7:29 pm
minta ijin masukin di forum yaa
March 4th, 2009 at 9:42 pm
gw stuju bgt ma loe..
emang y, kyknya orang2 di negara kita lebih jaga gengsi.. n itu membuat mereka g peduli berapa pun biaya yang keluar buat yang nemanya “gengsi” itu..
Btw, makasih y pengertian konsumerismenya..
gw tertolong bgt tuh..
March 19th, 2009 at 9:45 am
hemm
kasihan yang hidup d dunia ke 3
terjebak gaya hidup konsumerisme..
ad solusi wat ngatasin gaya hidup konsumerisme??
June 16th, 2009 at 9:22 pm
Maaf yang sebesar-besarnya kalau sampai saya membuat kalian semua tersinggung. tapi tentang konsumerisme yang katanya merupakan sebuah ideologi salah, saya mempunyai catatan makna konsumerisme yang otentik. konsumerisme di adopsi dari bhs asing yaitu consumerism. lengkapnya baca di http://www.realknsumerisme.blogspot.com